Menu Tutup

Extra fan buat Pajero

Lonceng dikamar berdentang tepat pukul 22.00 WIB bertepatan dering hP buat bisnis memanggil ” kruk kruk kruk ” (kok bunyi ringtone nya lucu pak  , tanya warga saya suatu hari . Ya itu suara kompresor ngorok saya rekam dan jadi ringtone HP saya  jawabku ! Apakah ini arris AC mobil semarang bengkel dibawah naungan YOACI , tanya penelpon diseberang sana . Ya benar!!! ada yang bisa kami bantu mbak ? tanya saya semangat karenadiseberang sana nada suaranya renyah .
Saya R… a pengguna Pajero exceed 2010 , keluhannya kalau pas jalan pelan atau berhenti agak lama kok AC saya berasa panas ya. Padahal saya lihat temperatur mesin gak menunjukkan gejala panas , kira – kira apanya ya pak ? Dan malam seperti ini saja saya rasakan udara didalam cabin panas , padahal suhu diluar dingin dan sedikit basah habis hujan .
Jawabnya !!!
( tentunya setelah proses ” spik spik dgn si embaknya dan tersensor ” malam itu pula kami janjian untuk cek kondisi ” on The road ” sipasien )

Hipotesa saya :
° Engine fan cooling nya agak lemah kondisi oli visco fannya , terbukti saat putaran RPM 1000 hembusan anginnya kurang kencang . Sehingga saat AC on maka hembusan ini tdk cukup kuat untuk menurunkan suhu panas kondenser ( hanya bisa dibaca dgn instrumen pressure gauge tdk termonitor disuhu panel dashboard )

° Extra fan ( utk jenis exceed ) terkadang belum masuk paket pembelian unit mobil meskipun slotnya sudah disediakan. Bahkan sampai wiring harnes dan relay assynya pun sdh tersedia tinggal plek aja .

° Jarak renggang clutch yang terlalu lebar dan kondisi poin diatas maka sangat memicu kerja pressure platenya tidak maksimal . Biasanya pula jika kondisi ini trus berlanjut , maka akan sering terjadi selip pada saat RPM tinggi. Mengapa ? karena jarak renggang yg cukup lebar mengakibatkan timbulnya bunga api saat AC on / off dan cukup membuat permukaan plate dan rotor terkikis .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *